Dear my Riders
Sepertinya aku tak perlu menanyakan apa kabarmu, karena itu terlalu "unyu" untuk orang sepertimu. Yaa kamu yang aku anggap tangguh, si hebat yang sudi membopong aku yang tambun ini menempuh aspal dengan jarak yang tidak biasa dengan mengunakan sepeda motor yang lemah itu..
Sepeda motor yang lemah ??? Tunggu aku salah, sangat salah. Motor yang kita tunggangi itu tidak lemah, walaupun hanya 125cc dengan teknologi serba canggih ala Jepang dan "irit" (katamu) tidak bisa dibilang lemah.
Tapi apa arti 125cc dan serba serbi teknologi itu tanpa adanya kamu ? mungkin siapa saja bisa jadi Riders dari motor yang aku beri nama 'Mario' ini. tapi atmosfer nya beda, tunggu "beda" disini jangan kamu salah artikan, bukan aku tiba-tiba merasa jatuh cinta seperti abg yang baru diajak jalan-jalan dengan sepeda motor. 'beda' dalam artian kamu bukan orang yang memilah milih siapa yang akan kamu bopong, tak peduli dengan bobot badannya asalkan motor itu mampu berjalan, mengapa tidak ?!
Aku adalah wanita yang biasa dipilah-pilih dengan siapa aku akan di bopong. yah itulah nasib "boncengers" yang mempunyai bobot badan diatas rata-rata. terkadang aku jengah dan sudah menarik nafas dalam-dalam jika ada program Touring, dipikiran liarku sudah terbayang aku akan terlempar sana-sini dan akan disesuaikan dengan motor yang sekiranya mampu ditunggangi oleh 'boncengers' gempal sepertiku.
Dan kamu...
Orang pertama yang peduli akan kekhawatiran itu, dimulai ketika pelantikan UKM yang kita ikuti bersama, kamulah yang sudah bisa membaca aku akan dilempar kesana kemari. Dengan kepedulian persaudaraan karena kita satu atap di UKM kamu rela menjadikan aku 'boncengers'mu.
Dan waktu pun berlalu...
Touring demi Touring kita tunggangi kuda besi bersama, suatu ketika aku masih dalam masalah penantian visa yang tak berujung, kau kejutkan aku dengan personal message di bbm kau bilang "Riders dan boncengers sejati yang akan nyobain aspal pulau jawa-bali, aminnn" dengan display picture ketika kita berada di kuda besi yang sama.
Jangan...
jangan pernah menyesal dengan personal message yang kau ikrarkan itu, mungkin maksudmu pamer dan bercanda, tapi kamu tau ? itu garansi besar untukku, garansi kalau aku takkan dilempar kesana kemari karena tak ada yg ingin membonceng aku.
Untukmu Riders ku...
Setialah setidaknya sampai saat nya aku mengantongi Surat Izin Mengemudi dan cukup mental untuk menjadi Riders pada saat Touring, abaikanlah 'boncengers' lain ketika aku masih belum terjamin oleh siapa aku dibopong. Aku rasa 'Mario' ku juga sudah menganggapmu sebagai tuannya. Masih banyak aspal yang akan kita tempuh, doamu dan doaku belum terlaksana, kita akan tinggalkan bekas jejak di aspal Jawa-Bali.
Duhai aspal Jawa-Bali izinkan kami, Ya Allah Ridhai kami.
Jakarta sehabis senja, Februari 10 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar