"Gimana dia mau sama lo tik, lo kaya bolu gitu, bulet"
Kurang lebih seperti itu kalimat yang dilontarkan Jajang kepadaku. Ketika aku bercerita tentang cintaku yang bertepuk sebelah tangan dengan sang Jantan. Pedas, singkat, tapi benar-benar mengenai tepat di logika dan membuatku terdampar ke alam bawah sadarku. Iya, kau benar Jang, Aku Bolu.
Oiya, akan aku perkenalkan dahulu siapa itu Jajang, pria tambun tangguh berumur 20 tahun, hobbinya yang jarang mandi tatkala membuat ia dijuluki 'Orang Gila Wates' karena aroma tubuhnya yang mirip sekali dengan aroma tubuh orang gila dan hal itu atas pengakuannya sendiri. Dari pengakuan tersebut, dia memang gila bukan ?
Aku mengenalnya sejak di bangku kuliah, kami sama-sama menimba ilmu pariwisata di Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid, dan yang membuat aku terbelalak adalah kita dahulu bersekolah di SMK yang sama tetapi beda angkatan, aku lebih tua darinya satu tingkatan, pantas saja kita tak pernah mengenal satu sama lain.
Sudah cukup tentang si Orang Gila Wates ini, ehh Jajang maksudku.
Setelah mendengar kata yang terlontar darinya itu, aku termenung membenarkan dan sesekali menolak kalo aku disebut bolu, lagi-lagi otak dan hati tidak berkoordinasi dengan baik. Apa benar aku ini Bolu ?
Apasih Bolu itu ? setauku bolu adalah salah satu kudapan manis yang banyak di sukai banyak orang. Logika ku tiba-tiba setuju jika aku dijuluki bolu, walaupun Bundar tetapi Manis dan disukai banyak orang. Aku harap di kehidupan nyataku menjadi seperti bolu, dengan senyuman manis akan menghantarkan ku pada kehidupan yang manis pula. Semoga.
Tetapi aku tahu hidup tak ada jalan yang mulus, takkan pernah aku ketemui selalu kebahagiaan dan keceriaan. Ada saatnya menjadi korban kenestapaan atau aku sendiri yang menginginkan nestapa itu hadir di hidupku.
Takdir tetaplah menjadi misteri, biarkan dia hadir di waktu yang sudah diizinkan oleh Tuhan untukku. entah itu luka, lara, nestapa, ataupun tawa bahagia.. sekarang yang melekat padaku hanya Bolu, si Bulat yang Manis yang berharap adonan hidupnya sempurna.
Terima kasih Jajang, kau sebut aku 'Bolu'
Pondok Cabe Udik , 27 Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar